SELAMAT DATANG DISITUS KABAR TASIK PUTRIPUYU Kabar Tasik Putripuyu
Latest Post

Rusa Betina Dewasa Ditemukan Utuh dalam Perut Buaya Raksasa

Ilustrasi. (Shutterstock)
Suara.com - Seekor buaya raksasa ditemukan ditemukan pada musim berburu buaya di Alabama bagian selatan, Amerika Serikat, Sabtu akhir pekan lalu. Ketika dibedah, seorang ahli pengawetan hewan menemukan sesuatu yang mengejutkan di dalam perut buaya raksasa tersebut.
Ken Owens, nama ahli pengawetan buaya tersebut. Sudah bertahun-tahun lamanya Owen bekerja mengawetkan ratusan hewan. Namun, apa yang dia temukan di dalam perut buaya Alabama itu benar-benar berbeda dari yang pernah ia temukan selama ini.
Ketika membedah perut buaya itu, awalnya Owen melihat sepasang telinga. Owen pun menariknya dan ternyata, bangkai di dalam perut si buaya yang tak lain adalah seekor rusa betina dewasa masih berada dalam keadaan utuh.
“Saya selalu beranggapan, bahwa ketika seekor buaya membunuh hewan, mereka akan mengoyak dagingnya sebelum menelannya potongan demi potongan,” kata Owen.
Namun, yang membuat Owen heran, si buaya menelan bulat-bulat rusa betina tersebut.
“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana buaya itu bisa menelan rusa bulat-bulat seperti itu. Ini sulit dipercaya,” lanjut Owen seperti dikutip al.com.
Dr. Kent Vliet, seorang ahli biologi reptil di Universitas Florida mengatakan, kebanyakan buaya memang biasa memakan mangsanya dengan cara perlahan. Namun, menurutnya, buaya yang ditangkap oleh Mandy Stokes berukuran cukup besar untuk melahap seekor rusa dalam sekali gigitan.
Yang masih jadi tanda tanya, menurut Vliet, bagaimana caranya buaya itu menangkap rusa betina mangsanya. Ia memperkirakan, kemungkinan rusa itu jatuh ke dalam air saat terjadi badai.
Tak cuma seekor rusa. Owen juga menemukan tupai, dan sejumlah tulang hewan lain seperti bebek, burung, tengkorak rusa lainnya, hingga bebatuan berukuran sedang. (Ktp)
 

Angin Puting Beliung Rusak 2 Rumah

Angin Puting Beliung Rusak 2 Rumah

SELATPANJANG (KTP) - Angin puting beliung merusak dua rumah warga di Desa Tanjung Sari Kecamatan Tebing Tinggi Timur pada Jumat petang (29/8) sekitar pukul 16.30 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Camat Tebing Tinggi Timur, Helfandi SE MSi kepada Riau Pos, Sabtu malam (30/8) menginformasikan bahwa angin puting beliung itu terjadi bersamaan dengan hujan lebat di Tanjung Sari. Camat mengaku bahwa pihaknya sudah turun dan melakukan inventarisir ke lapangan.

‘’Akibat angin puting beliung tersebut 2 rumah rusak, di mana satu rumah yang merupakan rumah kepala desa hanya terkena bangunan dapur yang terbuat dari kayu. Sedangkan satu rumah lagi atapnya habis terbang dibawa angin,’’ ungkapnya.

Selain itu kata Helfandi lagi satu unit sepeda motor rusak parah tertimpa kayu sehingga terbenam ke tanah. Kemudian tiang listrik juga tumbang akibat tertimpa pohon kelapa dan pondok tunggu di Pelabuhan Tanjung Sari juga ikut menjadi sasaran angin puting beliung tersebut sehingga rusak.

‘’Kami sudah langsung berkoordinasi dengan pemerintahan kabupaten agar dapat membantu masyarakat yang menjadi korban puting beliung ini,’’ sebut Camat yang memprediksi kerugian akibat angin puting beliung di Tanjung Sari mencapai Rp70 juta.

Sehingga tambah Camat kerugian akibat angin puting beliung bisa diminimalisir. Karena menurutnya bencana puting beliung tersebut sangat merugikan masyarakat Desa Tanjung Sari, khususnya yang mendapatkan dampak langsung. 
 
Kapolsek Tebing Tinggi, AKP Ade saat dikonfirmasi, Ahad (31/8) membenarkan kejadian tersebut. Dia mengaku sudah menurunkan anggota polisi untuk menginventarisir seluruh dampak dari kejadian tersebut.(amy)
 

Sekretaris Daerah Pemko Sibolga

Sekretaris Daerah Pemko Sibolga M Sugeng mengatakan, tahun ini Kota Sibolga membuka lowongan untuk 122 CPNS. Namun untuk formasi yang dibutuhkan pada Senin (1/9) akan diumumkan, setelah KemenPAN-RB mengeluarkannya penetapan rincian formasinya.

“Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sibolga Yahya Hutabarat telah berangkat ke  Jakarta menemui Kementrian PAN-RB untuk menjemput formasi yang akan diterima oleh Pemko Sibolga,” kata M Sugeng, seperti diberitakan Metro Siantar (Riau Pos Group).

Mengenai rincian formasi yang diusulkan, dia belum berani membeberkan karena biasanya yang ditetapkan KemenPAN-RB tidak persis seperti yang diusulkan.

“Kita tunggu sajalah nanti setelah Kepala BKPP Kota Sibolga sudah tiba di Sibolga, formasi bidang apa yang paling banyak diterima, biasanya formasi yang disetujui kementrian PAN-RB  tidak sesuai dengan yang formasi yang diusulkan oleh pemerintah Kota Sibolga,” kata Sugeng.

Terkait sistim Ujian yang akan diterapkan dalam seleksi penerimaan CPNS tahun 2014,menurut Sekda, Sibolga akan diberlakukan sistim CAT  dan bukan lagi sistim manual. Hal ini dilakukan untuk mencegah kecurangan-kecurangan yang terjadi, dan ujian tersebut harus transparan.

“Namun tata cara pelaksanaan ujian, kita masing menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya, setelah itu kita nantinya sudah dapat menentukan di mana tempat pelaksanaan ujian dan dari mana Komputer yang akan digunakan. Sebab pada pelaksanaan ujian nanti, kemungkinan ribuan pelamar yang akan mendaftar, dan tentunya perlu dipersiapkan komputer sebanyak itu,” kata sekda.

Menurut Sekda, hingga saat ini komputer yang tersedia masih sekitar 50
 

Disparpora Meranti Perlu Kapal Operasional

SELATPANJANG (ktp) - Untuk memaksimalkan menggali potensi wisata di Kepulauan Meranti Dinas Parisiwata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) membutuhkan sarana transportasi laut. Sehingga nantinya bisa lebih efektif lagi untuk melihat berbagai potensi yang bisa dikembangkan.

Seperti yang dikatakan Kepala Disparpora Drs Ishak Izrai melalui Sekretaris Drs H Ismail Asyad MSi. Menurutnya, keberadaan kendaraan operasional berguna dalam mendukung upaya untuk menggali potensi di bidang kepariwisataan di wilayah Meranti yang notabebe-nya berpulau-pulau.

‘’Disparpora sangat terbatas, sebab kami belum punya speed boat. Padahal banyak potensi pariwisata yang akan kami kembangkan di tiap pulau yang ada di Meranti ini. Untuk itulah, makanya Disparpora membutuhkan transportasi laut berupa speed boat,’’ kata H Ismail.

Selama ini, sebutnya, mereka sering mengunjungi pulau-pulau di Meranti dengan menyewa speed boat milik masyarakat. Padahal, sebutnya, biaya untuk sekali penyewaan itu lumayan cukup besar. Di mana sekali sewa biasanya menghabiskan biaya Rp2,5 juta hingga Rp3 jutaan.

‘’Memang berat, kalau tidak ada Rp3 juta untuk sekali jalan, maka kami kesulitan untuk meninjau dan memetakan objek wisata di daerah,’’ katanya.(amy)
 
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | blog Template | blog Template
Copyright © 2011. Kabar Tasik Putripuyu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger